Tak perlu menyembunyikan
kekuranganmu dari orang yang kamu cintai. Karena ketulusan cinta bisa
teruji ketika cinta bisa menerima kekurangan.
Mencintai bukan hanya mengingat. Tetapi juga mendoakan orang yang kita cinta meski sedang tidak bersama.
Ketika kamu mencintai, jujurlah pada diri. Jadi diri sendiri, jangan
biarkan mereka jatuh cinta pada seseorang yang bukan dirimu.
Tulusnya cinta, meski tak lagi bersama, kadang rasa benci hadir dalam dada, kamu tetap tak pernah melewatkan seharipun tanpa merindukannya.
Tak ada manusia yang sempurna. Namun seseorang akan terlihat sempurna ketika kamu mencintainya dengan tulus.
Kamu harus mencintai dirimu sebelum mencintai orang lain. Kamu harus peduli pada dirimu sebelum peduli pada orang lain.
Minggu, 17 November 2013
Sabtu, 16 November 2013
Mencintai Kehidupan
Jalanan adalah saksi bisu
Ketika berjuta orang berlalu lalang di atasnya
Dalam pengapnya siang
Dalam suramnya malam
Hujan, terik, mendung, berkabut
Menyaksikan apakah orang2 yang melewatinya
Berwajah bahagia atau tersiksa
Kursi, meja, kubikel adalah saksi bisu
Ketika berjuta orang duduk di sekitarnya
Dalam heningnya waktu
Dalam suara komputer yang samar
Pagi, siang, sore, malam
Kesibukan atau pura2 sibuk
Menyaksikan apakah orang2 yang ada di depannya
Berwajah bahagia atau terpaksa
Apakah kita mencintai pekerjaan kita?
Apakah kita bahagia menghabiskan waktu bersamanya?
Setiap hari seperti kaset rekaman sama
Diputar kembali, mulai dari jam yang sama persis
Hingga berakhir di jam yang sama lagi
Apakah kita mencintai profesi kita?
Apakah kita layak menghabiskan waktu untuknya?
Hari senin bertemu senin
Bulan januari bersua januari
Seperti siklus mesin
Bermula dan berakhir sama
Apakah kita mencintai pilihan hidup kita?
Apakah kita layak mengorbankan seluruh hidup ini untuknya?
Manusia adalah ciptaan Tuhan paling istimewa
Diberikan kemampuan memilih dan memutuskan
Bukan mesin berdesing tanpa bicara
Bukan hewan bertahan hidup dengan buas
Bukan benda mati teronggok bisu
Maka akan sungguh menakjubkan saat cinta itu hadir
Dalam setiap pilihan yang manusia tentukan
Apakah kita mencintai kehidupan kita?
Menjalaninya persis seperti anak kecil usia lima tahun?
Selalu riang dan bermain?
Kitalah yang tahu jawabannya.
Ketika berjuta orang berlalu lalang di atasnya
Dalam pengapnya siang
Dalam suramnya malam
Hujan, terik, mendung, berkabut
Menyaksikan apakah orang2 yang melewatinya
Berwajah bahagia atau tersiksa
Kursi, meja, kubikel adalah saksi bisu
Ketika berjuta orang duduk di sekitarnya
Dalam heningnya waktu
Dalam suara komputer yang samar
Pagi, siang, sore, malam
Kesibukan atau pura2 sibuk
Menyaksikan apakah orang2 yang ada di depannya
Berwajah bahagia atau terpaksa
Apakah kita mencintai pekerjaan kita?
Apakah kita bahagia menghabiskan waktu bersamanya?
Setiap hari seperti kaset rekaman sama
Diputar kembali, mulai dari jam yang sama persis
Hingga berakhir di jam yang sama lagi
Apakah kita mencintai profesi kita?
Apakah kita layak menghabiskan waktu untuknya?
Hari senin bertemu senin
Bulan januari bersua januari
Seperti siklus mesin
Bermula dan berakhir sama
Apakah kita mencintai pilihan hidup kita?
Apakah kita layak mengorbankan seluruh hidup ini untuknya?
Manusia adalah ciptaan Tuhan paling istimewa
Diberikan kemampuan memilih dan memutuskan
Bukan mesin berdesing tanpa bicara
Bukan hewan bertahan hidup dengan buas
Bukan benda mati teronggok bisu
Maka akan sungguh menakjubkan saat cinta itu hadir
Dalam setiap pilihan yang manusia tentukan
Apakah kita mencintai kehidupan kita?
Menjalaninya persis seperti anak kecil usia lima tahun?
Selalu riang dan bermain?
Kitalah yang tahu jawabannya.
Langganan:
Postingan (Atom)